Postingan

Bab II : Gadis Pemanah Sandira

Gambar
Hamparan kebun hijau membentang di tanah Sandira. Sang kepala suku Khamir sedang berjalan jalan dengan anak perempuannya, Kumala. "Ayah apa kita harus makan tanaman sebanyak ini? " Tanya Kumala. Khamir tertawa mendengar pertanyaan anaknya. "Hahahaha, iya kita harus habiskan karena para petani menanam ini untuk kita makan. Tapi ini bisa habis untuk beberapa bulan sayangku, bukan dalam sehari harus kita habiskan". " Berarti setiap hari kita harus makan sayur? Aku maunya daging" Celetuk Kumala. "Anakku, lihat ayah.. apakah menurutmu ayah adalah orang lemah? " Tanya Khamir pada Kumala. "Tidak ayah, ayah orang yang kuat sekali" Jawab Kumala dengan rasa bangga. "Nah itu karena ayah sangat suka makan tanaman tanaman ini". " Kalau kau juga suka makan sayur, saat besar nanti kau akan jadi sekuat ayah". Kumala langsung berhenti berjalan dan mendongakkan wajahnya yang cantik ke Khamir. "Tidak ayah, saat besar nanti aku tid...

Novel pertama Abang Gemay. yuk baca, gratis kok..

Gambar
Bab I : Serangan Pegasia (20 tahun yang lalu.) Situasi makin darurat. Hampir 65 persen pertahanan kerajaan Antarasia lumpuh. Serangan membabi buta dari militer Pegasia seperti tak ada hentinya. Serangan darat berkuda mereka hampir berhasil menembus jantung pertahanan kerajaan. Di dalam istana arsitar, para panglima terus mendesak agar Raja Onzo berlindung di banker perlindungan khusus keluarga kerajaan. Tapi raja menolak. "Aku tak akan memalingkan wajahku apalagi harus sembunyi saat kichiro sedang berjuang di luar sana" Jawab sang Raja. Kemudian sang Raja memerintahkan salah satu pengawalnya. "Bawa seluruh keluargaku, lindungi mereka" Ucap sang raja sambil mengambil pedangnya dan berjalan keluar menuju arah gerbang istana. Beberapa pengawalnya dengan sigap langsung mengikuti beliau di belakangnya. Apapun yang terjadi, tugas mereka adalah menjaga keselamatan raja walau harus pertaruhkan nyawa. Di depan gerbang, tiba tiba salah satu tentara berlari ke arah...