Bab II : Gadis Pemanah Sandira
Hamparan kebun hijau membentang di tanah Sandira. Sang kepala suku Khamir sedang berjalan jalan dengan anak perempuannya, Kumala. "Ayah apa kita harus makan tanaman sebanyak ini? " Tanya Kumala. Khamir tertawa mendengar pertanyaan anaknya. "Hahahaha, iya kita harus habiskan karena para petani menanam ini untuk kita makan. Tapi ini bisa habis untuk beberapa bulan sayangku, bukan dalam sehari harus kita habiskan". " Berarti setiap hari kita harus makan sayur? Aku maunya daging" Celetuk Kumala. "Anakku, lihat ayah.. apakah menurutmu ayah adalah orang lemah? " Tanya Khamir pada Kumala. "Tidak ayah, ayah orang yang kuat sekali" Jawab Kumala dengan rasa bangga. "Nah itu karena ayah sangat suka makan tanaman tanaman ini". " Kalau kau juga suka makan sayur, saat besar nanti kau akan jadi sekuat ayah". Kumala langsung berhenti berjalan dan mendongakkan wajahnya yang cantik ke Khamir. "Tidak ayah, saat besar nanti aku tid...