Novel pertama Abang Gemay. yuk baca, gratis kok..
Bab I : Serangan Pegasia
(20 tahun yang lalu.) Situasi makin darurat. Hampir 65 persen pertahanan kerajaan Antarasia lumpuh. Serangan membabi buta dari militer Pegasia seperti tak ada hentinya. Serangan darat berkuda mereka hampir berhasil menembus jantung pertahanan kerajaan. Di dalam istana arsitar, para panglima terus mendesak agar Raja Onzo berlindung di banker perlindungan khusus keluarga kerajaan. Tapi raja menolak. "Aku tak akan memalingkan wajahku apalagi harus sembunyi saat kichiro sedang berjuang di luar sana" Jawab sang Raja. Kemudian sang Raja memerintahkan salah satu pengawalnya. "Bawa seluruh keluargaku, lindungi mereka" Ucap sang raja sambil mengambil pedangnya dan berjalan keluar menuju arah gerbang istana. Beberapa pengawalnya dengan sigap langsung mengikuti beliau di belakangnya. Apapun yang terjadi, tugas mereka adalah menjaga keselamatan raja walau harus pertaruhkan nyawa. Di depan gerbang, tiba tiba salah satu tentara berlari ke arahnya dan langsung berlutut dengan sigap. Ternyata dia adalah salah satu pasukan ritme langit, yang tugasnya memberi informasi dari kerajaan pusat ke seluruh provinsi daerah dan juga sebaliknya. "Hormat yang mulia, saya ingin memberitahu laporan"."Provinsi Geuro dan Arfik telah lumpuh". Jalur selatan maratika dan utara martik telah di kuasai pasukan Pegasia". "kami menunggu perintah selanjutnya dari yang mulia".
Wajah sang Raja menggambarkan kebingungan. Melihat itu, Panglima Peng mendekati Raja. " Yang mulia, satu satunya harapan saat ini adalah kalamalur". Raja langsung menoleh ke panglima Peng. "Memang tidak ada cara lain, baiklah kau segera cari jalur aman dan pergi ke kalamalur". "Perintahkan mereka segera persiapkan birout sebanyak mungkin". "Dalam beberapa hari kedepan, jika masih ada kemungkinan, kita ambil cara terakhir". " Baik yang mulia" Jawab panglima Peng. Raja kembali berjalan menuju pintu gerbang istana. Sekitar 50 pengawal pribadinya masih mengikutinya. "Siapkan kudaku, aku akan menjemput panglima Kichiro".
Di tengah kota garoud, panglima kichiro sudah terkepung tentara musuh. Bersembunyi di dalam gedung kosong dengan beberapa tentara yang masih bertahan. "Ada beberapa jalur bawah tanah disini yang menembus sampai barkasi, kita bisa lewat situ untuk kembali ke antarasia, jendral" Ucap hiko, salah satu panglima muda dan juga tangan kanan Panglima jendral Kichiro. "Tunggu sebentar, aku sudah mengirim sinyal lokasi, aku yakin pasukan pusat sedang menuju kesini untuk menjemput kita". " Kita bergerak dulu kearah perbatasan barat". "Kau pimpin setengah dari kita untuk mencari jalan aman menuju jalur bawah tanah terdekat". " Pastikan telepatimu mu tetap hidup". "Jika dalam satu jam aku tidak menyusul kesana, maka kalian pergi saja duluan". Ucap Kichiro. "Kenapa kau tidak ikut sekarang saja jendral? " Planet ini butuh kau tetap hidup untuk mengusir para penjajah pegasia!! " Ucap Hiko. "Aku akan ke perbatasan barat, aku yakin raja dan pasukannya sedang menuju kesini". Hiko sudah paham apa maksud atasannya itu. Dia dan sebagian pasukan mulai bergerak mengendap mencari jalur bawah tanah terdekat. Sementara di luar, pasukan Pegasia terus berpatroli mencari tentara musuh mereka. Ratusan dari mereka menyisir jalur utama Garoud di antara puing2 bangunan dan mayat2 tentara & warga sipil yang bergeletakan dijalan. Sementara itu Kichiro dan beberapa prajuritnya mengendap dari gedung ke gedung menuju perbatasan barat.
Di istana Antarasia, Ratu marisa yang sedang hamil kecil telah berlindung di ruang bawah tanah kerajaan. Panglima Ryn dan beberapa puluh pasukan telah berjaga di sepanjang jalur antara istana dan lorong bawah tanah. Sementara di garda depan panglima Gira terus menahan serangan lawan di benteng timur kerajaan. Walaupun kalah jumlah, panglima Gira dan pasukannya dengan gagah melawan gelombang pasukan musuh yang seperti tidak ada habisnya. Raja Onzo telah keluar melalui gerbang utama kerajaan di area utara, bersama ratusan pasukannya mereka berkuda menuju arah pantai utara ke daerah Garoud untuk menyelamatkan jendral Kichiro yang terkepung musuh. Sementara sekitar dua ribu pasukan bersiap jaga di depan gerbang utama di utara hingga bagian timur dimana panglima Gira sedang bertempur menghalau pasukan Pegasia. Panglima Peng bersama pasukannya menyusuri pinggiran sungai yang mengarah ke selatan hingga hutan Rap.
Kerajaan Geuro telah terkepung, Raja Giminar dan Ratu Andium telah di tangkap oleh pasukan Pegasia. Para Panglima mereka terpaksa menjatuhkan senjata agar Raja dan Ratu mereka tetap hidup. Putri Laras dengan pengasuhnya juga telah di sekap di kamar kerajaan. Lalu Panglima Maru, Panglima Nao, dan Panglima Ervan di jebloskan ke penjara kerajaan oleh pasukan Pegasia. Pasukan Pegasia berniat menjadikan mereka sandra agar kerajaan pusat Antarasia mau menyerah. Di kerajaan Arfik, Raja Odokor telah tewas dalam peperangan. Tapi Ratu Salibar dan dua pangeran yaitu Omo dan Buente berhasil melarikan diri bersama para panglima mereka, Panglima Pnong, Zeur dan Mitari. Panglima Zeur telah terpotong tangan kirinya setelah bertarung melawan ratusan pasukan musuh sendirian. Panglima yang berasal dari suku Sandira itu memang terkenal sangat kuat dengan kapak besarnya. Suku Sandira sendiri telah hancur dan pasukan mereka menyelamatkan diri ke ujung paling timur pulau Grima. Rombongan Ratu Salibar berjalan menuju timur selatan ke arah kerajaan Kalamalur. Satu2nya wilayah yang belum di serang oleh pasukan Pegasia.
Pasukan Pegasia yang telah menguasai Geuro, kini sedang mempersiapkan serangan ke arah selatan barat yaitu wilayah Kerajaan Kalamalur. Namun sepertinya mereka butuh strategi yang matang karena untuk menuju kalamalur, mereka harus melewati hutan lebat yang di kenal sebagai hutan Rap. Hutan Rap adalah hutan terbesar yang membentng dari kerajaan Arfik hingga kerajaan Geuro dan membentuk garis lurus yang memisahkan antara kerajaan Antarasia dan kerajaan Kalamalur. Kerajaan Kalamalur memang dari dulu dikenal sebagai kerajaan yang misterius. Mereka jarang melakukan hubungan dengan kerajaan lain dan kerajaan pusat. Wilayah Kalamalur memang terkenal dengan wilayah yang misterius yang jarang di kunjungi oleh orang luar. Raja Teodas, sebagai Raja Kalamalur memang sangat menjaga wilayahnya karena sesuatu di tanah mereka yang sangat berharga. Dia khawatir jika kerajaan pusat tau, maka akan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi. Tapi walau bagaimanapun juga, Raja Teodas tidak mengabaikan berita tentang perang besar di wilayah utara. Dia telah meminta para panglimanya yaity panglima Gemay, Hakino yua dan Ling untuk bersiap di perbatasan selatan hutan Rap. Raja Teodas yakin, pasukan Pegasia pasti akan menerabas hutan Rap untuk menyerang Kalamalur. Sementara di Istana, Ratu Carmen dan Pangeran Bizar telah bersiap menuju ruang Rahasia keluarga kerajaan di kawal oleh panglima Yua. Seribu pasukan Kalamalur telah bersiap di gerbang utara kerajaan dipimpin oleh Panglima Ling. Sementara empat ribu pasukan bersama dengan Raja Teodas dan panglima Gemay telah berkemah di wilayah selatan hutan Rap. "Apakah kita juga akan tertangkap oleh pasukan Pegasia? Aku dengar Raja Odokor telah meninggal ", tanya Ratu Carmen kepada Panglima Yua. " Yang mulia Ratu, sudah ratusan tahun kerajaan kita selalu aman, dan akan begitu selamanya, tenanglah semua akan baik baik saja" jawab Panglima Yua menenangkan Ratu Carmen yang sedang menggendong Pangeran kecil Bizar. Raja juga telah memerintahkan ku untuk menuju barat hutan Rap, kabarnya rombongan Ratu Salibar berhasil kabur dan sedang dalam perjalanan kesini untuk meminta perlindungan. Tapi Raja khawatir mereka akan tersesat di dalam hutan Rap, oleh karena itu Raja memerintahkanku menjemput mereka.
Di wilayah barat Antarasia, di kastil miren, Nyonya Misari, istri Jendral Kichiro dan dua anak mereka yaitu Ryuni dan Elfreeza telah dibawa oleh pasukan elit Antarasia ke wilayah Uzuria di perbatasan hutan Rap dan tebing Gonggo. Mereka sembunyi dari pasukan Pegasia yang mulai menyerang daerah Lerang. "Jika pasukan Pegasia berhasil menemukan kita, tolong titip dua anakku, bawa mereka kedalam hutan Rap". " Kami telah mendapat perintah menjaga kalian semua, walau dengan nyawa kami". Ucap salah satu pasukan elit. "Hanya dua anakku saja, aku akan menghadapi pasukan musuh, aku istri dari Jendral Kichiro tidak akan membiarkan suamiku berjuang sementar aku lari bagaikan pengecut" Ucap Nyonya Misari. Matanya berbinar sambil terus memandangi kedua anaknya yang masih kecil. Nyonya Misari sendiri dulunya adalah salah satu pasukan elit Antarasia yang juga merupakan senior dari panglima Ryn. Kemudian Misari menikah dengan Kichiro lalu memutuskan berhenti dari pasukan elit dan pindah ke wilayah Lerang untuk membesarkan anak anak mereka sebagai orang biasa. Raja Teodas dan Panglima Gemay berjaga di perbatasan Hutan Rap. Panglima Ling bersiaga di wilayah istana Kerajaan. Panglima Hakino Yua dan rombongannya menuju wilayah barat Hutan Rap untuk menjemput Ratu Salibar. Sebentar lagi perang akan berpindah ke wilayah selatan yaitu Kalamalur. Kekuatan Kalamalur yang misterius akan terlihat sebentar lagi.
Komentar
Posting Komentar